Tampilkan postingan dengan label Tangerang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tangerang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Februari 2016

Cara Membuat SKU (Surat Keterangan Usaha)

Surat Keterangan Usaha biasanya dibutuhkan sebagai salah satu persyaratan dokumen jika Anda ingin mengajukan pinjaman atau kredit ke bank atau lembaga keuangan lainnya misalnya untuk keperluan mengembangkan usaha.
Seperti yang mungkin telah Anda ketahui, Surat Keterangan Usaha (SKU) adalah surat yang dibuat oleh aparat berwenang, dalam hal ini Kelurahan atau Kepala Desa, untuk menerangkan bahwa orang yang namanya tertera dalam surat tersebut benar merupakan penduduk di RT dan RW yang berada di bawah Kelurahan atau Desa tersebut dan benar memiliki sebuah usaha yang disebutkan dalam surat tersebut.
Jika Anda hendak mengajukan pinjaman ke bank atau untuk keperluan lain dan belum memiliki Surat Keterangan Usaha, silakan simak persyaratan dan tata-cara pembuatannya berikut ini.
Tata Cara Pembuatan SKU
Beberapa dokumen harus Anda persiapkan terlebih dahulu sebelum mengurus pembuatan Surat Keterangan Usaha (SKU) di Kantor Kelurahan dan Kecamatan, yaitu:
  1. Surat Pengantar RT/RW
  2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku (Asli & Fotokopi)
  3. Kartu Keluarga (KK) (Fotokopi)
  4. Fotokopi Pelunasan PBB tahun terakhir.
Setelah mempersiapkan dokumen yang disyaratkan untuk pembuatan SKU, Anda dapat mengikuti tata-cara umum untuk membuat SKU berikut ini:
1. Membuat Surat Pengantar RT/RW
Anda hanya perlu mendatangi Pengurus RT, biasanW untya Sekretaris atau Ketua RT dan mengemukakan niat Anda untuk minta dibuatkan Surat Pengantar RT/Ruk keperluan membuat Surat Keterangan Usaha (SKU). Anda hanya perlu membawa KTP asli dan Kartu Keluarga (KK).
Pihak pengurus RT akan membuatkan Surat Pengantar untuk membuat SKU, atau di beberapa tempat disebut Surat Keterangan Domisili sebagai bukti Anda benar tinggal di lingkungan tersebut. Surat Pengantar yang sudah jadi akan ditandatangani Ketua RT, untuk kemudian disahkan oleh RW. Resminya tidak ada biaya untuk pembuatan Surat Pengantar RT/RW ini.
2. Datang ke Kantor Kelurahan/Kepala Desa
Setelah Surat Pengantar RT/RW ada di tangan, satukan dengan berkas lainnya untuk dibawa ke Kantor Kelurahan/Kepala Desa. Di sini Anda akan diminta mengisi formulir pembuatan Surat Keterangan Usaha. Silakan Anda isi dengan benar dan lengkap. Setelah berkas persyaratan dan formulir Anda serahkan kepada petugas, Anda tinggal menunggu SKU dibuat. Waktu menunggu tergantung masing-masing Kelurahan/Desa, silakan Anda tanyakan langsung kepada petugas di Kantor Kelurahan Anda. Pembuatan SKU di Kelurahan atau Desa ini juga resminya tidak dipungut biaya.
3. Datang ke Kantor Kecamatan
Setelah Surat Keterangan Usaha (SKU) Anda jadi dan ditandatangani oleh Lurah/Kepala Desa, selanjutnya SKU tersebut Anda bawa ke Kantor Kecamatan. SKU Anda akan ditandatangani oleh Camat dan disahkan dengan stempel Kecamatan. Sama seperti di Kantor Kelurahan, di Kecamatan juga resminya pembuatan SKU tidak dipungut bayaran. Surat Keterangan Usaha (SKU) memiliki masa berlaku satu tahun sejak tanggal diterbitkan.

Selasa, 10 Februari 2015

Minuman Favorite di Lapo Natamaro

Setelah 2 tahun kami membuka Lapo Natamaro ini, kami melihat bahwa minuman yang paling diminati oleh para pelanggan kami adalah :
1. Marquisa Juice

2. Lemon Tea

3. Kopi Medan asli dari Siantar

Mari dicoba.... kenikmatannya minuman ini sambil mencicipi Masakan Khas dari tanah Batak versi Lapo Natamaro.

Rabu, 19 November 2014

DP BBM (01) versi Lapo Natamaro

Diwaktu senggang buat DP BBM sendiri biar lebih puas..... dan sekalian promosi 
kalau agan mau lihat.... atau mau copy silahkan ....








Minggu, 17 November 2013

Jumat, 15 November 2013

Kota Tangerang

1. ASAL – USUL NAMA TANGERANG

Nama Tangerang yang dalam berbagai sumber sering disebut Tangeran muncul dan selalu di sebut sudah sejak lama, baik dalam catatan arsip kolonial, sumber kronik, legenda ataupun babad. Hal ini dapat terjadi karena letak Tangerang yang sangat strategis, yaitu di ujung timur Kerajaan Banten, di tepi sungai Cisadane yang berbatasan dengan Batavia bagian barat yang menjadi pusat kekuasaan VOC.
Tahun 1619 VOC Belanda berhasil merebut Jakarta, mendengar hal ini Sultan Agung dari Mataram, mengirimkan ekpedisi yang sangat terkenal tahun 1628 di bawah tumenggung Bahorekso dan Suro Agul – Agul dalam peperangan ini tampak nyata kota Tangerang mempunyai andil dalam mengusir penjajah. Dengan licik Belanda mengadu domba Sultan Agung Tirtayasa dengan anaknya sendiri yaitu Sultan Haji, karena Belanda di bantu Sultan Haji maka Belanda berhasil mendapatkan tambahan wilayah Tangerang melalui perjanjian pada tanggal 17 April 1684, hal ini adalah sebagai balas jasa Sultan Haji kepada Belanda.
Karena letaknya strategis, maka banyak orang berdatangan ke kota Tangerang sebagian penduduk adalah orang Cina yang menjadi tuan tanah, karena membeli tanah dari Belanda. Pada masa Tangerang di bawah tuan tanah inilah muncul berbagai pemberontakan seperti pemberontakkan Kaiin Bapa Kayah yang sangat terkenal itu.
Dari hasil pengumpulan berbagai sumber diharapkan dapat meluruskan kembali pengertian yang salah mengenai istilah Tangerang yang identik dengan kota benteng. Baik VOC maupun sultan Agung Tirtayasa membangun benteng di berbagai perbatasan dan sepanjang muara sungai Cisadane kemungkinan munculnya istilah kota Benteng dari banyaknya benteng kompeni yang didirikan di Tangerang ini. Karena benteng kompeni tersebut sangat kokoh dan permanen.
Dilain pihak masyarakat pribumi menyangkal bahwa nama Tangerang sama dengan kota benteng, bagi mereka Tangerang berawal dari “tengger” atau tanda yang dibuat Pangeran Sugri dari Banten sebagai batas wilayah antara kompeni dengan Banten.
Versi lain menyebutkan bahwa nama Tangerang menurut sumber tidak tertulis berasal dari kata "Tangerang" yang dalam bahasa sunda berarti "tanda". Tanda ini berupa tugu yang didirikan sebagai batas antara batas wilayah VOC dengan Banten. Tugu tersebut terletak di bagian barat sungai Cisadane (kampong Grendeng atau tepatnya ujung jalan Otto Iskandardinata dan didirikan oleh pangerang Sugri, putra Sultan Ageng Tirtayasa sebagaimana diceritakan diatas ).

2. PENETAPAN HARI JADI KABUPATEN TANGERANG
Penetapan hari jadi pemerintahan kabupaten daerah tingkat II Tangerang di awali dengan terbentuknya panitia penelitian hari jadi kabupaten daerah tingkat II Tangerang pada tahun 1984. panitia tersebut berjumlah 16 orang. Hasil panitia tersebut menyimpulkan :
" Hari jadi kabupaten Tangerang terbentuk pada masa kependudukan Jepang. Hal ini berdasarkan penelitian terhadap peraturan perundang – undangan di masa kependudukan Jepang yang dikeluarkan Gunseikan yang di keluarkan GUNSEIKAN yang diberi nama OSAMUSEIRAI dan disebarkan oleh KAN PO”.
Dengan diketemukannya KAN PO nomor 34/ 2604 yang menetapkan pemindahan kedudukan pemerintahan Jakarta Ken Yakusho berada di Tangerang dengan seluruh stafnya pada tanggal 27 Desember 1934 yang dipimpin oleh Kentyo M. Atih Soeradi.
Berdasarkan hasil studi kearsipan, wawancara dan lain – lain, maka ditetapkan hari jadi Kabupaten Tangerang sebagaimana tanggal, bulan dan tahun pergantian Djakarta Ken Yakusho menjadi Tangerang Ken yaitu pada tanggal 27 Desember 1943 atau pada tanggal 27 boelan Desember tahoen syoowa 18 ( 2603 ).

3. OBJEK WISATA DAN TEMPAT BERSEJARAH DI KABUPATEN TANGERANG
Pantai Tanjung pasir di Kecamatan Teluk Naga
Pantai Tanjung kait di Kecamatan Mauk
Pantai dadap di Kecamatan Teluk Naga
Situ kelapa dua di Kecamatan Curug
Situ rawa pondoh di Kecamatan Pasa Kemis
Vihara Tjoe Soe Kong di Kecamatan Mauk
Telaga gading serpong di Kecamatan Legok
Penziarahan Solear di kecamatan Solear
Pulau Cangkir di Kecamatan Kronjo
Bumi perkemahan kitri bakti di Kecamatan Curug
Lapangan Udara Budiarto ( sekolah tinggi penerbangan ) di Kecamatan Curug
Kerajinan bambu Ciakar hasil anyaman bambu seperti topi, kipas, hiasan, souvenir, dll. Terletak di Kecamatan Curug dan Cikupa.
Pertunjukkan seni perpaduan antara budaya Betawi, Cina dan Periangan seperti tari Cokek, topeng Betawi, dan seni Tanjidor.

4. MAKANAN KHAS KABUPATEN TANGERANG

Beberapa makanan khas Tangerang diantaranya adalah laksa Tangerang, kue cucur, kue cincin, kue doko, ketimus, tape uli, sangkulon, dodol Tangerang, gipang, rengginang, kue satu, leupeut, dodol cina atau dodol keranjang, gengsot, gatet dan tuak.